siapa sebenarnya hacker bjorka
siapa sebenarnya hacker bjorka

siapa sebenarnya hacker bjorka

Bjorka berhasil membuat peretas asli data masyarakat. Ridi mengatakan, “masyarakat dan institusi memiliki memiliki budaya penyimpanan data.”

Mahfud menyebut motif serangan siber yang di-copy oleh Bjorka
Motif Bjorka mencakup berbagai tema, termasuk masalah politik dan ekonomi. Secara khusus, Bjorka memilih motif yang berkaitan dengan jual beli dan perdagangan siber.

Bjorka tetapi memilih Mahfud membentuk soal pembentukan satgas. Mahfud menyebut motif satgas yang di-copy olek Bjorka.

Menurut data yang diberikan oleh peretas Bjorka, akunnya berisi data warga negara Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Mahfud MD mengatakan kepada pers bahwa pihaknya akan terus mengusut aktivitas hacker tersebut.

Sementara itu, Mahfud menggandeng Jhonny G. Plate, Hinsa Siburian, dan Sigit Prabowo. Album barunya, “The King Makers,” akan dirilis pada 2024.

Hacker Bjorka juga meretas data dari pemerintah Indonesia. Dia bahkan menggunakan nama Bjorka dalam karyanya. Ini adalah kasus penyalinan lainnya. Hacker ini diduga menyalin informasi Kementerian Keamanan Nasional. Di Indonesia, ini ilegal. Mahfud MD adalah Menteri Keamanan Nasional.

Ia juga mengatakan pemerintah akan serius terhadap kebocoran data yang telah dilakukan Bjorka. Pernyataannya mengejutkan banyak orang. Lebih lanjut ia menegaskan, pemerintah harus melindungi kepentingan masyarakat agar tidak terjadi serangan di kemudian hari.

Identitas ‘orang Indonesia’ yang dicopy oleh Bjorka

Bjorka adalah hacker yang mengimbang miliaran data SIM Card tanah air dan membalasnya meretas data tokoh-tokoh penting di pemerintahan. Upaya peretasannya telah memicu kontroversi di Indonesia, maupun di luar negeri. Kasus terakhir ini terkait dengan dua orang, Anies Baswedan dan Tito Karnavian, yang juga menjadi hacker dan mentor komunikasi dan informasi.

Baca Juga :  Inilah Isi Pasal 338 KUHP Pasal 55 dan 56 yang Menjerat Bharada E Setelah Kasusnya Dengan Brigadir J

Dalam akun Instagram volt_anonym, peretas mengaku sebagai peretas asal Cirebon, Indonesia. Ia sempat memposting beberapa kali mengidentifikasi dirinya sebagai hacker, mengaku sebagai hacker Indonesia.

Akun Bjorka ditemukan berisi data warga negara Indonesia. Peretas ditangkap dan diinterogasi, dan kasus pidana telah diajukan. Selain menjadi hacker, ia juga menggunakan akun Facebook palsu.

Seorang netizen mengidentifikasi Bjorka sebagai hacker Indonesia. Dia diyakini berbasis di Cirebon, Jawa Barat, tetapi pernah tinggal di luar negeri juga. Nama aslinya adalah Muhammad Said Fikriansyah.

Pribadi yang berasal dari meretas Kominfo

Kominfo melakukan audit untuk mengakui kebocoran data kartu sim. Tampaknya hanya 15% hingga 20% dari kartu SIM data yang sah. Namun, seorang peretas berhasil mendapatkan data dari beberapa kartu SIM tersebut.

Akibatnya, badan tersebut harus menginformasikan kepada publik tentang kebocoran data. Ini adalah masalah yang dapat memengaruhi keamanan data di udara. Perusahaan harus memberi tahu masyarakat jika menemukan bukti bahwa layanannya telah disusupi.

Peretas adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menyalahgunakan data ini. Mereka kemudian dapat memperoleh berbagai informasi pribadi, termasuk nomor kartu kredit. Mereka kemudian menggunakan informasi tersebut untuk melakukan pembelian palsu. Selain itu, peretas akan dapat menggunakan data tersebut untuk tujuan lain.

Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Kominfo, tak mampu mencegah Bjorka mem-posting gambar berisi data. Ia juga tidak merinci sumber data tersebut.

Terlepas dari fakta-fakta ini, orang-orang Siberia Indonesia masih meratapi kematian seorang anak laki-laki berusia empat belas tahun. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa pelanggaran data itu karena pelanggaran terhadap Privacy and Data Protection Act (PDP). Selain itu, peretas mengatakan bahwa nama peretas itu adalah Xerxes.

Baca Juga :  Tonton Man Utd Vs Brighton

Seorang peretas di balik dugaan sabotase ini menerbitkan data istimewa tentang pejabat publik. Hal ini dilakukan oleh seorang siber anonim yang belum diketahui identitasnya. Insiden itu menyebabkan penyelidikan yang rumit. Menteri Mahfud MD sejak itu mengumumkan keputusan untuk mengambil tindakan.

Originally posted 2022-09-23 14:09:53.